Rabu, 16 April 2014

Hobi Selfie Bikin Cepet Pikun

Memotret diri sendiri atau lebih dikenal dengan selfie memang mengasyikkan, apalagi bila hasilnya mendulang pujian dan kekaguman dari orang lain.
Nah, Selfie ini memang menyenangkan tetapi ternyata nggak bagus dilakukan terlalu sering. karena, selfie bisa membuat kita gampang lupa alias pikun!
Sebuah studi di Fairfield University, menemukan dampak negatif dari hobi selfie yang belakangan ini tengah menjadi tren di kalangan remaja. Penelitian dilakukan di sebuah museum ini dengan cara mengajak para responden terpilih untuk berkeliling dan menikmati rangkaian koleksi sejarah serta suasana di museum.
di kutip dari sebuah majalah remaja di Amerika Serikat, peneliti membagi responden menjadi dua kelompok, mereka tergabung dalam kelompok pertama dilarang membawa gadget, dan kelompok kedua diperbolehkan membawa serta menggunakan gadget selama berada di museum.
Dari hasil itu, mereka yang tergabung dalam kelompok pertama dengan mudah menceritakan pengalaman selama berada di museum secara deskriptif. Namun, responden pada kelompok kedua ditemukan kesulitan mengisahkan pengalaman selama berjalan-jalan di museum.Selain itu, mereka juga mengaku nggak ingat warna dinding dan suasana yang terjadi di museum.
Akhirnya, peneliti pun menyimpulkan bahwa kebiasaan selfie berlebihan dapat menurunkan konsentrasi dan daya ingat seseorang, sehingga berpotensi mengakibatkan pikun di usia muda.
Bahaya, ya, ternyata!

Sumber : http://ht.ly/vJ22Z

Minggu, 13 April 2014

Ingin Lebih Sehat dan Bahagia? Dengarkan Musik Saja!


Musik sudah menjadi bagian yang terpisahkan dari kehidupan setiap orang . Tapi, tak banyak yang tahu bahwa hidup bisa membuat seseorang bisa jauh lebih sehat dan bahagia daripada biasanya. Bagaimana caranya? Dilansir dari besthealthmag.ca, ada setidaknya lima cara yang bisa kita lakukan dengan musik yang bisa membuat kita menjadi lebih bahagia dan sehat.
1. Gunakan Musik Sebagai Teman Olahraga
Orang bisa mudah bosan dan kehilangan semangat saat berolahraga. Salah satu cara agar bisa tetap bersemangat saat berolahraga adalah dengan menggunakan musik. Jadi, misalnya, sebelum berangkat lari pagi, siapkan dulu playlist musik yang akan menjadi teman Anda berlari. Musik yang memiliki beat cepat biasanya akan semakin memompa semangat Anda untuk berolahraga tanpa ada beban.
2. Musik Sebagai Pengantar Tidur
Amy Clements-Cortes seorang peneliti dan terapis musik dari Kanada menjelaskan bahwa musik yang lembut dan menenangkan bisa membuat kita tidur lebih nyenyak di malam hari. Selain itu, tampaknya sudah menjadi sebuah tren di mana orang-orang menggunakan musik untuk bisa tidur dengan lebih nyenyak. Sebuah penelitian tahun 2008 di Journal of Advanced Nursing menyebutkan bahwa musik klasik yang menenangkan bisa mengurangi gangguan tidur.
3. Musik Bisa Menghilangkan Stres
Sebuah ulasan yang diterbitkan di Trends in Cognitive Sciences pada tahun 2013 menunjukkan bahwa mendengarkan musi bisa mengurangi rasa stres atau tertekan. Jika suasana hati Anda tiba-tiba tidak enak atau merasa tidak nyaman, mendengarkan lagu-lagu Mozart atau jazz yang mengalun lembut bisa jadi solusi.
4. Musik untuk Jantung Sehat
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti Swedia yang dipublikasikan di Frontiers of Psychology pada tahun 2013 menunjukkan bahwa ketika orang bernyanyi bersama dalam sebuah paduan suara, detak jantung mereka berdetak bersama-sama. Bernyanyi bersama bisa mengirimkan gelombang-gelombang yang menenangkan. Efeknya dikatakan sama dengan melakukan yoga. Dan, hasilnya fungsi jantung bisa dijaga dengan lebih baik.
5. Musik Bisa Menciptakan Emosi Positif
Apakah Anda mempunyai musik atau lagu-lagu favorit? Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pasien dengan penyakit arteri koroner, fungsi endotelnya bisa meningkat–yang merupakan hal terpenting dalam kesehatan jantung, hanya dengan mendengarkan lagu atau musik favorit. Meskipun tak ada satu jenis musik yang paling sempurna untuk semua orang, sangat disarankan untuk memilih jenis musik yang bisa membuat bahagia dan memberikan energi positif.

Vemale

Sumber : http://halocities.com/46660

Jumat, 11 April 2014

Flirty Boyfriend



Flirty Boyfriend  Gadis
  
Sudah jadian lama tapi setiap saat kita jalan bareng sama si pacar, matanya selalu nggak bisa lepas dari cewek-cewek di sekitar. Duh, ngeselin banget! Coba simak cara menghadapinya ya!

Ajak Ngobrol Terus
Saat jalan di mall dan melewati barisan cewek-cewek cantik yang sedang berdiri di salah satu toko, pacar jadi senyum-senyum sendiri. Padahal kita sedang bergandengan tangan. Coba deh alihkan perhatiannya ke kita dengan mengajaknya mengobrol. Cari topik dan bahan obrolan yang dia suka. Otomatis dia akan merespon omongan kita.

Tell Him How You Feel
Nggak harus marah-marah tapi dia harus tahu apa yang kita rasakan. Kalau bete sama sikapnya yang selalu tebar pesona sama cewek-cewek, coba bicarakan baik-baik. Beri alasannya juga kenapa kita nggak suka dengan sikap dia yang seperti itu, supaya dia bisa berubah.

Menjadi Tegas
Kalau masih tebar pesona dan suka show off juga di depan cewek lain, berarti kita harus tegas dengan si pacar. Beri konsekuensi setiap kali dia melakukan “jurus” tebar pesonanya. Coba terapkan hukuman kecil, misalnya nggak akan kamu telepon seharian. Nah, dari situ kita juga bisa melihat sebesar apa usahanya untuk berubah. Winda – Foto: Hello Lovely/Corbis
 Sumber ; http://ht.ly/vI39H

4 Keuntungan Menjomblo



4 Keuntungan Menjomblo Gadis

Siapa yang jomblo? Yuk, angkat tangan dan nggak perlu malu. Jadi jomblo bukan sesuatu hal yang menyedihkan, kok. Tahu kenapa? Ini dia empat keuntungan jadi jomblo.
I have a relationship with ‘Freedom’
Bebas! Itulah kata yang cocok untuk menggambarkan si jomblo. Nggak perlu takut ada yang protes saat kita ingin pergi kemanapun dan dengan siapapun. Semua keputusan ada di tangan kita.

Love is everywhere
Siapa yang akan cemburu kalau kita baik ke semua orang? Nggak ada! Ini yang menyebabkan kita bisa menebar cinta kemanapun dan dengan siapapun. Perhatian, waktu dan kasih sayang bisa lebih banyak tercurah untuk orang-orang sekitar kita.

Men oh Men
Kalau lagi punya pacar, jadi nggak bisa lihat cowok-cowok ganteng di sekitar kita. Baru melirik dikit, sudah ada yang protes. Kalau jomblo, siapa yang mau protes? Ajak sobat sesama jomblo, duduk di cafĂ©, and let’s hunt!

The Real Me Time
Kalau kata Bruno Mars, “I just wanna lay in my bed. Don't feel like picking up my phone, so leave a message at the tone.” Yakin kalau punya pacar, kita bisa melakukannya? Me time kita bisa benar-benar total saat jomblo. Matikan handphone dan nikmati me time kita.

Nah, ternyata jadi jomblo nggak selalu merana kan? Yuk, nikmati keuntungan menjomblo selama kita bisa. Shilla Dipo – Foto: Erica Shires/Corbis

Sumber : http://ht.ly/vI0yP

4 Cara Usir Bete


4 Cara Usir Bete Gadis

Saat rasa bete datang, kita pasti jadi terlihat murung, gampang marah dan membuat orang-orang di sekitar kita jadi malas mendekat. Tapi kadang, rasa itu nggak bisa hilang begitu saja. Supaya bete cepat hilang, ini dia 4 cara jitu untuk usir bete!
Dengarkan lagu
Pasang earphone dan dengarkan lagu favorit yang membuat perasaan jadi nyaman. Bangun mood kita dengan lagu agar rasa bete hilang. Pilih lagu yang tenang dan santai agar kita jadi lebih rileks.

Senyum
Meski malas melakukannya saat bete, senyum justru bisa memperbaiki mood. Karena dengan senyum, kita sedang mengeluarkan energi positif. Ini membuat kita dan orang yang ada di sekeliling kita jadi merasakan energi positif tersebut.

Film
Menonton film bisa membawa kita masuk pada cerita. Ini membuat kita lupa akan perasaan bete yang sempat menghampiri. Pilih film ringan atau lucu untuk memperbaiki mood kita yang rusak.

Baca
Efek yang akan kita rasakan sama dengan ketika menonton film. Kita akan masuk pada hal menarik yang ada dalam bacaan. Coba untuk menyendiri sebentar dan membaca. Kita bisa memilih bacaan ringan, seperti komik, atau bacaan informative dari majalah atau website. Shilla Dipo – Foto: RelaXimages/Corbis


Sumber ; http://ht.ly/vHSvv

Senin, 24 Februari 2014

Ningki Sadu Putra "Matematika Ibarat Game Bentuk Angka dan Logika"



Sebagian besar siswa baik tingkat SD, SMP, maupun SMA/K menganggap matematika merupakan mata pelajaran yang menyeramkan. Tak jarang banyak siswa yang membenci mata pelajaran yang satu ini. Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi Ningki Sadu Putra, remaja yang belum genap berusia 19 tahun ini sangat tertarik terhadap matematika. Baginya matematika ibarat sebuah game yang dikemas dalam bentuk angka dan logika.

  
koma pict : dari kiri swandari, Pradnya, & ningki

Cowok yang akrab di panggil Ningki ini, mulai tertarik dengan matematika sejak ia duduk di kelas 5 SD.  Pada saat itu, Ia mulai mengerjakan soal-soal setara untuk anak SMP yang mustahil bagi bocah seumur jagung seperti dirinya dapat menuntaskan soal tersebut. Tapi, itulah Ningki. Rasa ingin tahu yang kuat membuatnya berhasil memecahkan soal tersebut. Seiring berjalannya waktu, putra dari pasangan Gusti Nyoman Santika dan Desak Made Maleni ini juga mulai tertarik mengikuti perlombaan yang ada kaitannya dengan matematika. Pada tahun 2009 dan 2013, Ningki ikut berpartisipasi dalam kegiatan tahunan Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika UNDIKSHA yakni kegiatan Gema Lomba Matematika atau yang akrab disebut GLM.

Ningki mengungkapkan bahwa pertama kalinya dia mengikuti GLM ketika ia menginjak kelas II SMP. "Pertama, saya mengikuti GLM karena tuntutan dari sekolah untuk mengirim peserta terbaiknya dalam ajang ini. Kedua, saya sangat menyukai matematika" ujar cowok berbintang gemini ini dengan menyelipi beberapa gurauan ketika diwawancarai. Berkat usaha dan kerja kerasnya, Ia mampu meraih juara 2 GLM kategori SMP tahun 2009 dan juara 1 GLM kategori SMA tahun 2013 lalu. Meski ini menjadi hal yang pertama sekaligus baru bagi dirinya namun ia mampu membuktikan bahwa kemampuannya ternyata melebihi ekspektasi yang diharapkan.  Percaya atau tidak,  selama perjalanannya mengikuti lomba, tak satupun pernah ia temui kata 'gagal' untuk masuk ke babak final. Ditanya mengenai persiapan yang dilakukan sebelum lomba, Ningki menjawab dengan penuh antusias "Ya, persiapan itu tentu saja ada. Pembinaan intensif saat pulang sekolah dilakukan satu bulan sebelum perlombaan dimulai. Di samping itu, pembina pun memberikan sejumlah soal dengan tingkat kesulitan yang bervariasi yaitu dari tingkat mudah,sedang, dan sulit". Namun, yang namanya manusia pasti tak akan pernah luput dari kesulitan. Begitu pula dengan cowok kelahiran Panji Anom ini, yang merasakan kesulitan ketika menemui soal-soal yang tidak dapat dipecahkan oleh guru maupun dirinya. Sehingga efek sampingnya soal tersebut akan terus terbayang-bayang dan membuat Ningki semakin penasaran memecahkannya.

Selain pembinaan intensif dari pihak sekolah, Ningki pun memiliki beberapa trik saat menjawab pertanyaan yang ada dihadapannya. "Pertama kita bisa beranjak dari clue-clue tersembunyi yang ada  pada soal. Lihat apakah yang diketahui di sana, apa yang harus kita ketahui dan apa yang ditanyakan, kita harus mampu membuat koneksi atau hubungan yang saling mengaitkan satu sama lain sehingga mampu menarik kesimpulan guna mencari suatu penyelesaian yang tepat. Jika memang penyelesaian soal itu tidak terpikirkan maka lebih baik untuk melewati soal tersebut dan mulai kembali pada soal yang kita anggap mudah " tutur Ningki.

Menurut Ningki , kegiatan GLM sudah sangat bagus dan semakin nyata perkembangannya. Tingkat kesulitan soal pun dari tahun ke tahun semakin baik dan cocok untuk tingkat kesulitan soal-soal olimpiade. Namun dirasa ada beberapa hal yang perlu dibenahi dalam pelaksanaan GLM kedepannya. "Dari segi waktu, agar lebih efektif dan efisien maka sebaiknya durasi waktu saat pengumuman dipercepat agar peserta tidak merasa bosan " saran cowok kelahiran 9 juni 1995 ini. Ningki juga menambahkan agar saat babak penyisihan memperhatikan kenyamanan peserta lomba. "Buatlah suatu inovasi demi terciptanya kenyamanan tersebut dimana ini merupakan tanggung jawab dari panitia pelaksana. Kenyamanan yang saya maksudkan di sini adalah tempat pelaksanaan babak penyisihan di auditorium yang membuat  peserta 'ribet'. Peserta dituntut untuk membungkuk, saya pun bingung bagaimana harus memulai bekerja jika saya sendiri merasa kurang nyaman dengan kondisi yang seperti itu. Tapi, saya sadari hal ini terjadi karena terpatok pada jumlah peserta yang mengikuti GLM dari tahun ke tahun semakin meningkat sehingga tidak memungkinkan untuk melaksanakan babak penyisihan di ruang kelas" ujarnya.  Tapi, terlepas dari kekurangan yang ada, cowok yang sempat menjadi peserta OSN tahun 2012 dan 2013 berturut-turut ini berharap kedepannya kegiatan GLM masih tetap berlangsung bahkan dengan menyertakan terobosan-terobosan baru terhadap jenis soal, fasilitas serta cara pelaksanaan. Di sini Ningki sangat berharap agar piala tetap sang juara itu diperbesar ukurannya, bahkan kalau bisa pencarian juara ditambah sampai 6 besar, misalnya. "Saya sangat mengharapkan adanya sistem medali bagi para pemenang. Jadi bukan hanya sekolah yang menerima piala, tapi para peserta pun dapat berbangga akan medali yang mereka raih" harap cowok yang masih berstatus pelajar di SMA Negeri 1 Singaraja ini.

Terakhir ketika ditanya mengenai cita-cita , Ningki awalnya menjawab dengan sebuah gurauan yang mengundang tawa dari tim redaksi. "Sesungguhnya cita-cita saya masih ngambang" guraunya. "Tapi, jujur saya ingin menjadi pembina olimpiade, alasannya sangat sederhana. Saat saya menjadi pembina olimpiade saya akan semakin sering menemukan soal-soal dengan kualitas yang bagus dan saya merasa lebih mudah untuk mengajar siswa yang sudah pintar, kita hanya mengasah kepintaran mereka saja. Tidak perlu banyak mikir" tutup cowok dengan hobi tidur dan nonton ini.  (swandari, Pradnya & kana)


Jumat, 21 Februari 2014

It's all about you and our social media

Aku tak pernah mengenalnya..
Aku tak pernah menyadari kehadirannya..
Aku pun tak tahu bahwa dia kini perlahan memasuki duniaku..


2 Tahun lalu..
Di sinilah kisah kami berawal dan tanpa ku sadari kisah itu tak pernah berjalan lurus.

Tepatnya saat natal , momen itu membuat semua orang bahagia. Entah mengapa bahagia pula untukku,.
Aku berbagi status yang masih sangat ku ingat hingga saat ini , isinya "merry christmas everybody" ..
simple , tapi dari status itu aku mengenal sosoknya. Bagaimana bisa? aku tahu kalian sangat bertanya-tanya akan itu.

Satu status yg aku shared mengenalkan ku padanya, he's comment on my status. Tapi, sesungguhnya (jujur) aku tak mengenal dirinya sampai akhirnya aku tahu bahwa kami berada dalam satu sekolah yang sama dan hanya berbeda angkatan.

Aku tak pernah melihatnya di kantin
Aku tak pernah menjumpainya di mana pun area yang ada di sekolah ku itu..
Apakah aku yang tak pernah peka ?
oh.. aku harap tidak.

Makin lama kami makin sering melakukan komunikasi..
Aku merasakan kedekatan yang berbeda,
Tapi, yang aku sayangkan,, kedekatan itu hanya berlaku ketika kami berada dalam social media bukan dikehidupan nyata.

Suatu hari, kami dipertemukan dalam kehidupan nyata. Yaaa.. nyata bukan maya alias sosmed ! Kami tergabung dalam perwakilan sekolah di ajang perlombaan tingkat nasional. Disana baru ku sadari, siapa sebenarnya sosok yang sering berkomunikasi dengan ku di sosmed yang nyatanya adalah kakak tingkat ku sendiri.

Inilah kami, sangat akrab ketika di sosmed tapi sangat canggung ketika saling berhadapan satu sama lain di dunia nyata. Akhirnya kisah kami hanya berlangsung di sosmed. Ironis ! sungguh ironis.
Namun, aku menikmati kisah ini. Meskipun keakraban itu hanya muncul ketika kami memasuki dunia maya (sosmed), aku merasa beruntung bisa mengenalnya. Dia adalah salah satu alasan mengapa sampai saat ini aku masih sering membuka yang namanya sosmed.

Dia selalu menghibur ku dengan comment nya yang mugkin bagi orang lain biasa saja, tapi entah bagiku itu membuat ku bahagia, membuat ku tertawa, tertawa lepas.

Aku memiliki sahabat, dia selalu menggoda ku, menggoda kedekatan ku dengan sosok pria itu dan sahabat ku ini berhasil membuat ku salting (salah tingkah). Kabar pun menyeruak bak angin yang berhembus, kedekatan ku dengan sosoknya membuat beberapa gosip menyebar. Pacaranlah, TTM, .. huftt..

Aku mulai merasa perlu untuk mengetahui dirinya lebih mendalam, mengenai hobinya;tanggal lahirnya; sampai mantannya . Bagian yang paling akhir ini , aku menyesal mengapa aku mesti mencari tahu siapa mantannya. Uhh.. terkadang itu membuat hati ku sakit. Ahh, apakah pantas aku begini? toh aku bukan siapa-siapanya, jadi pacar aja belum.

Akhir-akhir ini ia kembali aktif di sosmed dan kami mulai sering berkomunikasi seperti dulu sebelum ia fokus dengan ujian dan kuliahnya. Tapi, kurasa kini kami berada di posisi yang sama sebagai mahasiswa. Hanya saja kami tak dipertemukan kembali di tempat yang sama.

Aku sempat kecewa ketika aku mengetahui bahwa dia memiliki kekasih baru di universitasnya. Sejak itu, aku mulai jarang mencari tahu tentang dirinya.

Seiring waktu berjalan kudapati kini bahwa dia telah putus dengan pacarnya, bagaimana dengan perasaan ku? Apakah aku mesti berbahagia dengan itu? Entahlah aku pun masih bingung, apakah aku masih memiliki rasa yang sama seperti dulu ketika pertama kali kami bertemu.

Seperti yang ku katakan di awal, kisah kami tak berjalan mulus.
Ku rasa ia masih menyimpan ruang di hatinya untuk mantannya yang satu ini. Hey yang ku maksud bukanlah mantannya yang satu univ, tapi ... ya adalah yang pasti orang ini berbeda. Aku tak tahu pasti, tapi aku berani jamin itu, 95% perasaan ku mengatakan bahwa ia masih menyayangi sang mantan yang kini telah memiliki kekasih hati yang baru.

Ia terlihat begitu care dengan sang mantan. Setiap foto dan status sang mantan masih menjadi langganan jempolnya (like) bahkan sering di comment. Aku mulai merasakan suatu hal yang belum dapat kupastikan bahwa 'aku cemburu' .

Semakin lama semakin aku menyadari bahwa dia memang sosok yang masih menyayangi mantannya. Kini ku sadari kalau sesungguhnya perasaan ku padanya hanya perasaan semu, tak pernah nyata dan tak akan pernah menjadi nyata.

Aku kini sulit membedakan sebuah perasaan 'kagum' dengan 'cinta' .
Aku benci saat ku ketahui bahwa nyatanya dia tak pernah menjadi milikku.

Tapi,,,
terima kasih telah menjadi inspirasi dalam hidup ku. Karena mu, aku merangkai kisah ini. Meski tidak dengan ending yang bahagia.